Berita Desa

Struktur Organisasi BPD

A. Fungsi BPD

Apa saja fungsi-fungsi yang dimiliki oleh BPD? BPD memiliki 3 (tiga) fungsi:

     1. membahas dan menyepakati Rancangan Peraturan Desa (Perdes) bersama               Kepala Desa;

     2. menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat Desa; dan

     3. melakukan pengawasan kinerja Kepala Desa.

B. Tugas BPD

Tugas BPD Desa diantaranya:

     1. menggali aspirasi masyarakat;

     2. menampung aspirasi masyarakat;

     3. mengelola aspirasi masyarakat;

     4. menyalurkan aspirasi masyarakat;

     5. menyelenggarakan musyawarah BPD;

     6. menyelenggarakan musyawarah Desa;

     7. membentuk panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades);

     8. menyelenggarakan musyawarah Desa khusus untuk pemilihan Kepala Desa               antarwaktu;

     9. membahas dan menyepakati rancangan Peraturan Desa (Perdes) bersama               Kepala Desa;

   10. melaksanakan   pengawasan   terhadap   kinerja   Kepala Desa;

   11. melakukan evaluasi laporan keterangan penyelenggaraan Pemerintahan Desa;

   12. menciptakan  hubungan  kerja  yang  harmonis  dengan Pemerintah Desa dan           lembaga Desa lainnya; dan melaksanakan tugas lain yang diatur dalam                       ketentuan peraturan perundang-undangan.

C. Hak BPD

BPD berhak:

      1. mengawasi dan meminta keterangan tentang penyelenggaraan Pemerintahan            Desa kepada Pemerintah Desa;

      2. menyatakan pendapat atas penyelenggaraan Pemerintahan Desa,                              pelaksanaan pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan                  pemberdayaan masyarakat Desa; dan

     3. mendapatkan biaya operasional pelaksanaan tugas dan fungsinya dari                       Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa.

Selain itu, Anggota BPD berhak:
  1. mengajukan usul rancangan Peraturan Desa (Perdes);
  2. mengajukan pertanyaan;
  3. menyampaikan usul dan/atau pendapat
  4. memilih dan dipilih; dan
  5. mendapat tunjangan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

E. Kewenangan BPD

Kewenangan BPD adalah :

       1. mengadakan pertemuan dengan  mayarakat untuk mendapatkan aspirasi;

       2. menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Pemerintah Desa secara lisan                 dan tertulis;

       3. mengajukan  rancangan  Peraturan  Desa yang  menjadi kewenangannya;

       4. melaksanakan monitoring dan  evaluasi  kinerja  Kepala Desa;

       5. meminta keterangan tentang penyelenggaraan Pemerintahan Desa kepada               Pemerintah Desa;

       6. menyatakan pendapat atas penyelenggaraan Pemerintahan Desa,                               pelaksanaan pembangunan Desa, pembinaan kemasyarakatan Desa, dan                 pemberdayaan masyarakat Desa;

       7. mengawal aspirasi masyarakat, menjaga kewibawaan dan kestabilan                         penyelenggaraan  Pemerintahan Desa serta mempelopori penyelenggaraan               Pemerintahan Desa berdasarkan tata kelola pemerintahan yang baik;

       8. menyusun peraturan tata tertib Badan Permusyawaratan Desa (Tatib BPD);

       9. menyampaikan laporan hasil pengawasan yang bersifat insidentil kepada                   Bupati/Wali kota melalui Camat;

     10. Menyusun  dan  menyampaikan  usulan  rencana  biaya operasional  BPD                 secara  tertulis  kepada  Kepala  Desa untuk dialokasikan dalam Rancangan               Anggaran dan Pendapatan Belanja Desa;

     11. mengelola biaya operasional BPD;

     12. mengusulkan pembentukan Forum Komunikasi  Antar Kelembagaan Desa                 kepada Kepala Desa; dan

     13. Melakukan kunjungan kepada masyarakat dalam rangka monitoring dan                     evaluasi penyelenggaraan Pemerintahan Desa.

F. Larangan BPD

Larangan BPD diantaranya:

        1. merugikan kepentingan umum, meresahkan sekelompok masyarakat Desa,                dan mendiskriminasikan warga atau golongan masyarakat Desa;

        2. melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme, menerima uang, barang, dan/atau              jasa  dari pihak lain yang dapat memengaruhi keputusan atau tindakan yang              akan dilakukannya;

        3. menyalahgunakan wewenang;

        4. melanggar sumpah/janji jabatan;

        5. merangkap jabatan sebagai Kepala Desa dan perangkat Desa;

        6. merangkap sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia,              Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia, Dewan  Perwakilan  Rakyat                Daerah Provinsi atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota,                  dan jabatan lain yang ditentukan dalam peraturan perundangan-undangan;

        7. sebagai pelaksana proyek Desa;

        8. menjadi pengurus partai politik; dan/atau

        9. menjadi anggota dan/atau pengurus organisasi terlarang.

Beri Komentar

CAPTCHA Image